.png)
Sore ini terasa tenang. Sinar matahari masuk pelan-pelan lewat jendela, menimpa meja kerja di sudut ruangan. Di luar, rekaman suara burung walet bersahut-sahutan bercampur dengan suara kendaraan yang lewat.
Aroma kopi yang baru saja aku seduh, ini gelas kedua untuk hari ini. Mantapkan hati dan niat, Aku menyalakan PC dan memutuskan untuk memulai sesuatu yang sudah lama ada di pikiranku
Sore ini terasa tenang. Sinar matahari masuk pelan-pelan lewat jendela, menimpa meja kerja di sudut ruangan. Di luar, rekaman suara burung walet bersahut-sahutan bercampur dengan suara kendaraan yang lewat.Aroma kopi yang baru saja aku seduh, ini gelas kedua untuk hari ini. Mantapkan hati dan niat, Aku menyalakan PC dan memutuskan untuk memulai sesuatu yang sudah lama ada di pikiranku.
Di rak buku, dan kardus ada kumpulan resep milik ibuku. Bukan sekadar buku biasa—di dalamnya ada catatan-catatan kecil, noda tepung, dan sudut halaman yang terlipat. Setiap halaman punya cerita, entah itu kue ulang tahun yang pernah dibuat untuk keluarga, atau hidangan sederhana yang menghangatkan malam hujan.
Selama ini, resep-resep itu hanya tersimpan, seperti harta karun yang jarang dibuka. Aku selalu berpikir, sayang sekali kalau semua ini hanya dinikmati sendiri. Jadi, ku buat Cerita dan Resep—tempat di mana aku bisa berbagi bukan hanya cara membuat masakan, tapi juga kisah yang mengiringinya.
Blog ini akan menjadi ruang kecil yang hangat—di mana cerita dan resep bertemu. Ada yang berasal dari warisan keluarga, ada yang kutemukan dari majalah, kalender, atau kemasan lama. Semua punya daya tariknya sendiri, dan semua layak dibagikan.
Jadi, selamat datang di Cerita dan Resep. Semoga setiap kisah dan masakan yang kutulis di sini bisa membawa sedikit kehangatan ke dapur dan meja makanmu. Mari kita nikmati perjalanan ini bersama.
Selamat membaca, dan selamat memasak. 🍲✨
Comments
Post a Comment